Tampilkan postingan dengan label Bubuhan (Buah-Buah Rohani). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bubuhan (Buah-Buah Rohani). Tampilkan semua postingan

03 Desember 2008

Belajar Dari Cicak....



Anda pernah lihat cicak?

Sepertinya semua orang pernah melihatnya di dinding-dinding bangunan atau yang paling dekat di tembok rumah kita atau tempat lainnya.


Apa yang menarik dari seekor cicak?

Coba anda perhatikan, ia selalu makaan di saat mangsa tersedia di hadapanya, dalam hal ini nyamuk dan laron. Sejenak kita mengamati cicak ini. Laron atau nyamuk yang terbang ternyata diawasi oleh sang cicak, bahkan ia setia menunggu hingga beberapa waktu untuk itu. Naah, ketika nyamuk atau laron itu sudah lelah setelah terbang, ia langsung cepat bereaksi dan ketika target itu sudah sangat dekat di depan mata, ia langsung bereaksi. .... Hap...! target tertangkap dan si ciciak dapat makan ken..nyang..


Hal ini dilakukan terus menerus, menunggu, hingga lemas baru caplok lagi sampai sang cicak kekenyangan. Lalu, apa yang bisa kita pelajari dari seekor cicak? Ya, cicak mampu merencanakan, menyusun strategi, dan bertindak cepat ketika ada kesempatan untuk mencapai tujuannya.


Ia setia merancang matang-matan, hingga jetika kesempatan itu sungguh datang dan dekat, akhirnya dapat teruwujud dengan langkah yang cepat namun pasti.


Coba kita bisa seperti cicak, mampu memanfaatkan waktu untuk mempersiapkan diri, mengambil ancang-ancang sebelum bertindak. Dengan belajar untuk senantiasa mempersiapkan diri dalam menghadapi apapun, tujuan akan lebih mudah tercapai. Nah, saat ulangan umum (saat2 genting seperti ini) ayo mulailah berencana baru bertindak....!

27 November 2008

Tuhan itu Pemulung?




Ada satu hal di mana TUHAN tidak berkuasa untuk melakukannya" TUHAN tidak berkuasa untuk tidak menepati janjiNYA. Ia begitu setia akan janjiNYA.(Mazmur 12:7)


Suatu hari Guru sekolah minggu memberikan tugas kepada murid-muridnya: Seperti apa Allah Bapa itu? "Untuk mudahnya, kalian harus melihat Dia sebagai seorang Bapa.. seorang papi," ujar guru tsb.


Minggu berikutnya, guru tsb menagih PR dari setiap murid yang ada. "Allah Bapa itu seperti Dokter!" ujar seorang anak yang papanya adalah dokter. "Ia sanggup menyembuhkan sakit penyakit seberat apapun!"


"Allah Bapa itu seperti Guru!" ujar seorang anak yang lain. "Dia selalu mengajarkan kita untuk melakukan yang baik dan benar."


"Allah Bapa itu seperti Hakim!" ujar seorang anak yang papanya adalah hakim dengan bangga,"Ia adil dan memutuskan segala perkara di bumi."


"Menurut aku Allah Bapa itu seperti Arsitek. Dia membangun rumah yang indah untuk kita di surga!" ujar seorang anak tidak mau kalah.


"Allah Bapa itu Raja! Paling tinggi di antara yang lain!" "Allah Bapa itu pokoknya kaya sekali deh! Apa saja yang kita minta Dia punya!" ujar seorang anak konglomerat.

Guru tsb tersenyum ketika satu demi satu anak memperkenalkan image Allah Bapa dengan semangat.


Tetapi ada satu anak yang sedari tadi diam saja dan nampak risih mendengar jawaban anak2 lain. "Eddy, menurut kamu siapa Allah Bapa itu?" ujar ibu guru dengan lembut.

Ia tahu anak ini tidak seberuntung anak2 yang lain dalam hal ekonomi, dan cenderung lebih tertutup.


Eddy hampir2 tidak mengangkat mukanya, dan suaranya begitu pelan waktu menjawab,"Ayah saya seorang pemulung... jadi saya pikir... Allah Bapa itu Seorang Pemulung Ulung."

Ibu guru terkejut bukan main, dan anak-anak lain mulai protes mendengar Allah Bapa disamakan dengan pemulung. Eddy mulai ketakutan. "Eddy,"ujar ibu guru lagi. "Mengapa kamu samakan Allah Bapa dengan pemulung?"


Untuk pertama kalinya Eddy mengangkat wajahnya dan menatap ke sekeliling sebelum akhirnya menjawab,"Karena Ia memungut sampah yang tidak berguna seperti Eddy dan menjadikan Eddy manusia baru, Ia menjadikan Eddy anakNya.


"Memang bukankah Dia adalah Pemulung Ulung? Dia memungut sampah-sampah seperti saudara dan saya, menjadikan kita anak-anakNya, hidup baru bersama Dia, dan bahkan menjadikan kita pewaris kerajaan Allah.


Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.


" Efesus 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu sendiri melainkan pemberian Allah. Our God is able! "Not by power, not by might, but by My Spirits, says the LORD" (Zach 4:6)
pondokrenungan.com

Iseng di Sore Hari

Flash