Tampilkan postingan dengan label My Story...... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Story...... Tampilkan semua postingan

27 September 2008

Lelang Ala Seminari



Satu kejadian "unik" lagi di seminari. Anda kenal istilah pelelangan ? Ya, hal itu juga ada di seminari. Tapi edisi pelelangan di seminari berkisar dengan baju-baju "turun-temurun" yang dananya digunakan kelas III untuk membantu dana perpisahannya dan pembuatan buku tahunan sesuai rencana satu angkatannya.


Jujur, baju yang ditawarkan kualitasnya tidak buruk dan bahkan banyak yang masih baru namun dilelang dengan harga yang amat murah. Bayangkan, satu potong baju dibuka dengan harga seribu rupiah. Wah..... murah banget dan pasti gak rugi deh. Baru-baru ini tradisi ini kembali dilakukan dan gile... seru abis. Satu baju dibuka dan penawaran dari seribu rupiah sampe setingi-tingginya.


Satu kali yang dilelang adah sepotong kaos asli Timnas Inggris yang diperoleh dari pamong seminari yang dikirim dari Amerika langsung ( Rm. Koko). Wah, menarik banget khan, namun karena ini penawaran khusus, dibuka mulai dari lima ribu rupiah.


Wah, murah banget khan..... Muncul penawaran pertama dari Ucil (nama samaran) : "Lima ribu lma ratus....." OK.


Akri tak mau kalah : Sepuluh ribu,......"

Wow, penonton menghela nafas karena keadaan semakin menegang (wuiisss...) .


Kemudian Jojon langsung menawar : "Lima belas ribu", wah keadaan semakin menegang dan harga semaiki tinggi. "


"Dua puluh ribu" , "Dua puluh lima ribu" "Tiga Puluh ribu" dan harga terus melambung tinggi.


HIngga satu saat sampai ke angka 35 ribu, saya berani-berani aje teriak : "Tiga puluh delapan ribu". Wah, semua orang kembali bersorak karena suasana pelelangan makin tegang. Eh, dibalas lagi : "Empat puluh ribu" , saya balas : "Lima Puluh ribu...", padahal saya berani-beranian doank, soalnya uang saya gak sebanyak itu sebenarnya, cuma biar seru aja.


Eh si lawan kembali membalas: "Lima puluh lima ribu" wah akhirnya saya ragu dan menyerah..


Hingg ahitungan ke tiga, tidak ada yang berani melawan lagi, akhirnya gong dipukul tanda telah terjual. Semua penonton bersorak karena sengitnya persaingan.


Yah... saya kalah saing nih, tapi saya pikir itu mungkin barang palsu dan kalau beli di pasar senen paling tidak hanya 25 ribu-an.


TApi, setelah saya tahu harga sebenarnya ternyata harganya 25 US$. Wah mahal bener, dan rival lelang saya tadi hanya beli 55 ribu. Yahh... saya menyesal setengah mati dan kami semua tertawa.


Wah.. pengalaman yang amat menarik...............

24 September 2008




Pesantren & sendal gadungan.....




Pengalaman lucu saya . Satu waktu saya jalan-jalan ke Pasar Minggu, saya bermaksud lihat barang-barng murah lagi bagus. Eh satu saat saya berhenti di seorang penjual peci + kopiah yang tampangnya sudah tak bersemangat di bulan Rahmadan. Saya tertarik sama salah satu kopiahnya dan akhirnya saya beli. Kemudian saya pakai kopiah itu sambil meneruskan perjalanan. eh, saya jadi pusat perhatian karena kelihatan seperti anak pesantren. Yah, bagus juga sih sebenarnye, toh memang saya anak pesantren katolik.


Lalu, saya melihat sendal yang amat menarik di pinggir jalan yang diajakan oleh seorang ibu-ibu yang kali ini lebih bersemangat dibanding penjual kopiah tadi. Langsung saya tanya harganya..... :
"Berapa harganya, bu....?"
dan si ibu menjawab : "Dua puluh lima ribu aja dek"

Saya kaget karena mengira "sendal pinggir jalan" pasti murah, lagipula uang saja hanya 15.000 termasuk buat ongkos pulang.
"Yah, bu gak bisa kurang ?" saya berusaha menawar walaupun cuma berani-beranian aje. "Ya dik, ini sendal bagus dek, asli dari pabrik."

Yah, akhirnya saya hanya menatap penuh kehampaan ke arah sendal idaman saya. Entah kenapa ibu penjual itu melihat raut kesedihan di wajah saya. Sampai akhirnya muncul satu kalimat :

"Adek anak pesantren yah...?"
Saya lagsung pikir mungkin karena saya pakai kopiah yang saya beli tadi. Dengan ragu, saya jawab "iya bu....".

"Yah, kalo gitu adek mau bayar berapa?" Dengan ragu pula saya bilang : "Sepu...luh ribu yah bu? "Yah, kalo segitu mah saya rugi banyak dek...., Adek ada uang berapa....?, si ibu melanjutkan.

Saya cuma punya uang 15.000 (yang dikantong, walaupun ketika saya cek ada sekitar 20000 lagi di tas.) Yah sudah dek, 13 ribu deh. Akhirnya terjadi kesepatakan di antara kami. wah, ternyata dengan status "pesantren gadungan", saya bisa dapat harga murah. Akhirnya saya pulang dengan penuh kegembiraan.

namun di tengah kebahagian saya setelah saya pakai sendal itu baru dua hari, gambar di telapaknya sudah luntur dan wah ternyata memang sendal gadungan juga....

Lucu... rasanya bisa dapet pengalaman unik yah...

Iseng di Sore Hari

Flash