INI dia pas saya sedang bertemu dengan idolaku, (ketawan banget editannya)
23 Januari 2009
19 Januari 2009
Expo in St. Mathew, Bintaro

Ekspo Panggilan lagi, sebuah momen menarik nan meneguhkan, atau.....?
Kali ini kami main dan pameran di dua tempat, Stasi Baru Santa Maria Regina dan Paroki Matius Bintaro. Sebagai panitia tenutnya kami kelas dua dapat tugas untuk mengatur segalanya. Ini yang jadi beban sekaligus sukacitaku dari momen ini. Ada kesan kami hanya jadi pemain orkes saat di San Mare. Ya untungnya kami bisa main baik dan semua umat sennang.
Yah, memang begiulah mungkin Paroki kaya seringkali kurang mengargai kami sebagai calon2 imamnya.
Untungnya di Bintaro sambutan umat cukup meriah dan memacu semangatku.
Aku tinggal di sebuah keluarga kecil dengan seorang anak laki2 yang masih kecil pula, Arya namanya. Nah, saya senang dapat kesempatan seperti ini lagi dan untungnya bisa segera akab dengan mereka.
Inilah yang menjadi daya taraik ekspo panggilan bagiku pribadi. Mereka menjadi sumber motivasi dan wujud harapan umat pada kami semua pda para seminaris.
KAmi saling sharing dan wah saya berasa seperti keluarga mereka. Sayangnya lagi2 moment live in ini hanya 2 hari kami jalani. Mungkin jika lebih lama, kami bisa lebih banyak sharing dan saling menguatkabn.
Ok, yah mudah2 saya bisa terus bikin semangat ok!!
14 Januari 2009
Mengalah itu Menang!

Dunia mungkin sekarang sedang memalingkan wajahnya pada konflik yang terjadi anatar Israel dan Palestina. Walaupun saya anak asrama, bukan berarti ku tidak terus mengamati kondisi duniaku. Ya, aku turut prihatin dengan segala keadaan di sana. kalau kita terus mengulik siapa yang benar dan siapa yang salah, untuk saat ini saya rasa malah kurang berguna. Karena konflik terus terjadi, yang ada hanya korban yang terus bertambah datri waktu ke waktu. Nah, kalau begitu sebenarnya siapapun yang merasa benar harusnya lebih dewasa dan bertindak sebagai manusia dan bangsa yang merdeka dari keinginan untuk saling menghancurkan. S
Satu kisah bijak dimana ada 2 orang ibu mengakui seorang anak sebagai anaknya. Mereka meminta keputusan pada seorang hakim yang bijaksana. Nah, dari sini si hakim memutuskan bahwa anak ini akan diptong menjadi dua bagian dan masing2 ibu mendapat bagian yang sama besar.
Nah dari sini si ibu asli langsung menangis dan jelas tidak rela anaknya dibelah dan dipotong jadi dua. Nah dari sana dapat dilihat pihak yang benar2 ibu asli dari anak tersebut.
Seringkali mengalah menjadi sebuah penegasan bahwa memang kitalah pihak yang benar. Bertolak dari situ, harusnya Israel maupun Palestina bisa berkaca
12 Januari 2009
Berkebun ala Seminaris
Seminari punya cara tersendiri buat mengisi waktu luang. Ya, Minggu, 11 Januari 2009
kami coba belajar berkebun bersama dalam rangka Hari Hijau sedunia yang dirayakan diseluruh
dunia. Nah, itu berarti walaupun di seminari kami tak “tutup mata” dengan event2 dunia lho.
Kami setiap unitnya menanam berbagai jenis pohon dan rumput supaya lingkunga kami jadi
tambah “hijau”. Nah kalau lingkungannya enak khan banyak yang pengen masuk seminari khan.
Nah, selain itu, kami juga bisa meningkatkan kecintaan kami kepada lingkungan hidup kami
sendiri. Ayo jadi generasi hijau dan cintai lingkungan dengan cara mudah yang bisa kita lakukan
sehari-hari!
08 Januari 2009
St. Fransiskus Asisi : Sang Santo Miskin...
St. Fransiskus adalah seorang santo yang hebat yang cocok untuk kamu jadikan teladan hidupmu. Bahkan hingga kini Ordo Fransiskan (O.F.M. = Ordo Fratrum Minorum = Ordo Friars Minor = Ordo Saudara-saudara Dina) yang didirikannya masih terus tumbuh dan berkembang.
Fransiskus dilahirkan di kota Assisi, Italia pada tahun 1181. Ayahnya bernama Pietro Bernardone, seorang pedagang kain yang kaya raya, dan ibunya bernama Donna Pica. Di masa mudanya, Fransiskus lebih suka bersenang-senang dan menghambur-hamburkan harta ayahnya daripada belajar. Ketika usianya 20 tahun, Fransiskus ikut maju berperang melawan Perugia. Ia tertangkap dan disekap selama satu tahun hingga jatuh sakit. Pada masa itulah ia mendekatkan diri kepada Tuhan. Setelah Fransiskus dibebaskan, ia mendapat suatu mimpi yang aneh. Dalam mimpinya, ia mendengar suara yang berkata, "layanilah majikan dan bukannya pelayan."
Setelah itu Fransiskus memutuskan untuk hidup miskin. Ia pergi ke Roma dan menukarkan bajunya yang mahal dengan seorang pengemis, setelah itu seharian ia mengemis. Semua hasilnya dimasukkan Fransiskus ke dalam kotak persembahan untuk orang-orang miskin di Kubur Para Rasul. Ia pulang tanpa uang sama sekali di sakunya. Suatu hari, ketika sedang berdoa di Gereja St. Damiano, Fransiskus mendengar suara Tuhan, "Fransiskus, perbaikilah Gereja-Ku yang hampir roboh". Jadi, Fransiskus pergi untuk melaksanakan perintah Tuhan. Ia menjual setumpuk kain ayahnya yang mahal untuk membeli bahan-bahan guna membangun gereja yang telah tua itu.
Pak Bernardone marah sekali! Fransiskus dikurungnya di dalam kamar. Fransiskus, dengan bantuan ibunya, berhasil melarikan diri dan pergi kepada Uskup Guido, yaitu Uskup kota Assisi. Pak Bernardone segera menyusulnya. Ia mengancam jika Fransiskus tidak mau pulang bersamanya, ia tidak akan mengakui Fransiskus sebagai anaknya dan dengan demikian tidak akan memberikan warisan barang sepeser pun kepada Fransiskus. Mendengar itu, Fransiskus malahan melepaskan baju yang menempel di tubuhnya dan mengembalikannya kepada ayahnya.
Kelak, setelah menjadi seorang biarawan, Fransiskus baru menyadari bahwa yang dimaksudkan Tuhan dengan membangun Gereja-Nya ialah membangun semangat ke-Kristenan.
Pada tanggal 3 Oktober 1226, dalam usianya yang ke empatpuluh lima tahun Fransiskus meninggal dengan stigmata (Luka-luka Kristus) di tubuhnya.
Tidak ada seorang pun dari pengikutnya yang menyerah dan mengundurkan diri setelah kematian Fransiskus, tetapi mereka semua melanjutkan karya cinta kasihnya dengan semangat kerendahan hati dan meneruskan kerinduannya untuk memanggil semua orang menjadi pengikut Kristus yang sejati.
Santo Fransiskus adalah santo pelindung binatang dan anak-anak. Pestanya dirayakan setiap tanggal 4 Oktober.
DOA ST. FRANSISKUS DARI ASSISI
TUHAN, jadikanlah aku pembawa DAMAI.
Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih.
Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan.
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan.
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran.
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian.
Bila terjadi keputus-asaan, jadikanlah aku pembawa harapan.
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang.
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku pembawa sukacita.
06 Januari 2009
Berikan Bahumu !

Ibuku selalu bertanya padaku, apa bagian tubuh yang paling penting?
Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, "Telinga, Bu." Tapi, ternyata itu bukan jawabannya. "Bukan itu, Nak. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakan lagi nanti."
Beberapa tahun kemudian, aku mencoba menjawab, sebelum dia bertanya padaku lagi. Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku memberitahukannya. "Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita." Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta."
Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu, "Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, Anakku."Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek. Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?"
Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, "Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar "hidup". Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus mendapat pelajaran yang sangat penting."Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air. Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu."
Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?" Ibu membalas, "Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis. Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya."Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain. Orang akan melupakan apa yang kamu katakan. Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan. Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.
04 Januari 2009
Bak Embun di Panas Terik
Liburan selalu menjadi kekuatan sekaligus beban yang begitu besar bagiku. Setiap kali liburan, aneka peristiwa menarik kualami. Kulihat dinamika kehidupan lain disamping pergulatan yang kualami sendiri selama di seminari.
Ya, ada banyakdorongan yangkuterima selama ku jalani liburan ini. Sayangnya, orang yang terbiasa hidup tertata akhirnya harus hidup “bebas”tanpa jadwal membuatku terkadang bingung mau ngapain di rumah.
Ada satu ungkapan menarik yang disampaikan hampir semua saudara ku : “Paje, yang artinya BAPAK PASTOR, jadi pastor yang baik dan berkati saya.”
Mendengar ucapan ini saya jadi merenung sejenak karena sebenarnya cita-cita saya ini akan terwujud masih jauh sekali di ujung waktu (kira-kita masih 10 tahun lagi, wow lama sekali), namun satu hal bahwa mereka sudah menaruh harapan yang begitu besar pada saya. Belum lagi mereka yang sering menanyakan berbagai persolan yang menyangkut agama dan sebagainya.
Ya, saya senang bahwa diriku ada keunikannya, namun lebih penting dari itu semua, semoga ku mampu wujudkan segalanya sesuai dengan diriku sendiri tak terpengaruh dengan orang lain. Ya, liburan yang menyenangkan….
Langganan:
Postingan (Atom)






