Asli tread dari Kaskus.us




|
|

Film District 9
Apa yang terjadi ketika sekolompok alien terdampar di bumi? Apakah yang akan mereka lakukan dan mungkinkah mereka mengganggu ketentraman manusia? Inilah gambaran kisah salah satu film favorit Hollywood tahun ini, Districk – 9.
Film yang disutradarai oleh Neill Blomkamp dan Peter Jackson ini menggambarkan kisah para alien yang tinggal di bumi karena karamnya kapal mereka di atas
Konflik dimulai ketika sebuah perusahaan swasta, yakni MNU (Multi-National United) mencoba mencari senjata pembasmi alien. Hal ini dilakukan karena mereka berhasrat memperoleh keuntungan jika mereka berhasil menciptakan senjata itu. Sejauh ini MNU gagal karena aktivasi senjata membutuhkan DNA alien. Konflik mulai berkembang ketika seorang agen lapangan MNU, Wikus van der Merwe (Sharlto Copley), berkontraksi dengan virus misterius dan mengubah DNA dirinya menjadi seperti alien. Hal inilah yang membuatnya dikejar oleh semua orang terlebih pihak MNU.
Wikus menjadi manusia paling diburu diseluruh dunia. Dirinya menjadi manusia paling berharga demi menemukan rahasia teknologi alien. Keluarganya hancur berantakan karena sang mertua juga menghendakinya menjadi bahan riset demi menciptakan senjata pembasmi alien. Dia amat terasingkan, hingga hanya satu tempat yang tersisa untuknya: District 9.
Klimaks cerita terjadi ketika Wikus dan Christopher (alien) bekerja sama demi memperoleh zat yang menjadi bahan bakar pesawat alien di markas MNU. Hal ini dilakukan agar para alien dapat pulang ke planetnya, sekaligus dapat menyembuhkan Wikus dari virus alien yang ada di dalam tubunya-nya. Hubungan antara keduanya begitu terasa dan menjadi pesan moral tersendiri dalam film ini.
Film ini cocok disaksikan oleh semua umur. Mungkin penyajiannya yang terkesan dokumentar membuatnya sedikit terasa berat. Namun dibalik semua itu, ada pesan moral yang baik yang disampaikan film ini tentang semangat perjuangan dan pengorbanan demi mencapai kebahagiaan hidup.
Sekian
Kalau pastornya muda, dibilang masih blo'on.
Kalau pastornya tua, sebaiknya pensiun saja.
Kalau khotbah terlalu panjang, dibilang menjengkelkan.
Kalau khotbahnya cepat, "Kok, kayak kereta ekspres".
Kalau mulai misa tepat waktu, katanya kaku.
Kalau terlambat, "Idiih, pastornya malas".
Kalau di kamar pengakuan menasehati, katanya banyak omong.
Kalau sebaliknya, dibilang tidak tanggap.
Kalau mengikuti pendapat umat, dibilang tidak punya pendirian.
Kalau mengikuti pendapat sendiri, dicap diktator.
Kalau keuangan paroki mepet, katanya pastor tak pintar usaha.
Kalau ngomongin soal uang, dibilang mata duitan.
Kalau mengadakan misa lingkungan, katanya tak pernah kunjungan keluarga.
Kalau mengunjungi keluarga, "Kapan sih pastornya misa lingkungan?"
Kalau pastor tak ada di pastoran, dicap tukang ngeluyur.
Tapi kalau selalu ada, dibilang pastor kurang pergaulan.
Kalau memperhatikan anak-anak, dibilang "Masa kecil kurang bahagia".
Kalau memperhatikan Mudika, giliran orang tua ngegosip.
Kalau nonton TV, dibilang enak-enakan.
Kalau tidak, dibilang enggak mengikuti zaman.
TAPI, KALAU PASTORNYA MATI, SIAPA YANG MAU GANTI?
